Nama tanaman 'lidah mertua' atau sansevieria ini pasti pernah Anda dengar? Entah sejak kapan tanaman sansevieria ini mendapat sebutan "lidah mertua." Entah pula apa alasannya sehingga tanaman hias yang daunnya berdiri tegak ini diberi nama lidah mertua. Diduga, karena bentuk fisik daunnya yang panjang, sehingga dimaknai sebagai apa yang dikatakan mertua (dengan lidahnya) punya tujuan panjang ke depan. Pesan mertua agar diingat sampai hari esok Sansevieria juga dikenal sebagai "tanaman ular." Ini hanya gara-gara tekstur daunnya yang memang mirip kulit ular. Warna daun ada yang hijau muda bercampur dengan alur menyerupai pita dan bersisik seperti kulit ular. Ada pula yang menyebut sansevieria ini sebagai "tanaman pedang-pedangan," karena besaran daunnya ada yang memanjang sampai 75 cm dengan ujung runcing.
Tanaman asal Afrika itu dikenal sebagai antipolutan atau penyerap racun. Tanaman ini memang tidak terlalu istimewa, buktinya keberadaannya ada disekeliling Anda, mungkin tak pernah Anda hiraukan. Padahal tanaman ini banyak tumbuh di pekarangan, di pinggir jalan atau di taman-taman kota. Bahkan kadang terlihat tidak dirawat dengan baik.
Sebaliknya, di negara China, tanaman ini sangat populer dan menjadi tanaman hias di dalam ruangan serta vihara-vihara. Pasalnya mereka percaya bahwa bentuk tanaman ini yang simetris menunjukkan keserasian yang tergambar dalam YIN dan YANG.
Readmore »» SaNSIVERA
Tanaman asal Afrika itu dikenal sebagai antipolutan atau penyerap racun. Tanaman ini memang tidak terlalu istimewa, buktinya keberadaannya ada disekeliling Anda, mungkin tak pernah Anda hiraukan. Padahal tanaman ini banyak tumbuh di pekarangan, di pinggir jalan atau di taman-taman kota. Bahkan kadang terlihat tidak dirawat dengan baik.
Sebaliknya, di negara China, tanaman ini sangat populer dan menjadi tanaman hias di dalam ruangan serta vihara-vihara. Pasalnya mereka percaya bahwa bentuk tanaman ini yang simetris menunjukkan keserasian yang tergambar dalam YIN dan YANG.
Di Indonesia Lidah Mertua, dikena sebagai tanaman hias, tanaman itu kerap ditaruh di sudut dapur atau kamar mandi untuk meredam bau. Sansevieria memang termasuk tanaman hias yang sering disimpan di dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya matahari. Sekitar 40 persen air saja yang diperlukan tanaman yang berkembang biak melalui umbi lapis ini untuk tumbuh.
Sejak awal abad ke-19, tanaman ini pun mulai naik pamornya. Sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.
Tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi di dalam ruangan. Cukup dikeluarkan seminggu sekali agar terkena matahari. Lalu, masukkan kembali ke dalam ruangan. Ia juga mampu bertahan di negara yang memiliki 4 musim. Akibatnya, ia banyak mengalami penyimpangan bentuk, corak, dan warna. Jenisnya bisa mencapai 600-an.
Namun tahukah Anda, meski namanya tidak sepopuler tanaman mahal lainnya seperti Anthurium dan Jemani, sansevieria yang masih satu keluarga dengan kaktus ini ternyata banyak memiliki manfaat. Daunnya yang banyak mengandung air, mampu menyembuhkan ragam penyakit seperti diabetes, wasir dan kanker. Serat batangnya juga bisa digunakan sebagai bahan pakaian dan kertas.
Sebuah penelitian selama 25 tahun yang dirilis NASA pada 1999 lalu juga menyimpulkan bahwa ada 10 tanaman di dunia ini yang memiliki kemampuan sebagai penyerap polutan. Di antaranya sansevieria, philodendron, aglaonema, spathiphyllum, dan krisan.. Tamanan ini diketahui mampu menyedot 107 jenis racun yang ada di udara termasuk nikotin yang berasal dari asap rokok.
Hebatnya lagi tanaman sansevieria ini sanggup meredam penyakit orang kantoran yang biasa disebut dengan Sick building syndrom. Sick building syndrom adalah penyakit yang menyebabkan mata dan hidung panas seperti terbakar, tenggorokan panas dan kering, kelelahan kronis, kanker, menurunkan kemampuan konsentrasi, gemetar, mual, otot kram, kulit kasar dan kering, sakit kepala, hati berdebar, batuk, pilek, dan napas tersengal. Disebutkan juga tanaman ini mampu menahan radiasi yang dihasilkan oleh peralatan eletronik seperti komputer, televisi bahkan telepon selular. Jadi tidaklah mengherankan jika di negara sehebat Jepang, tanaman ini biasa ditempatkan dalam setiap sudut rumah, kantor bahkan di atas meja kerja.






