BUDAYA politik
POLITIK
Dewasa ini Politik dartikan menjadi dua bagian yaitu :
Kata Politik bermakna negatif
Yaitu dikonotasikan penipuan, kebohongan, Akal-akalan, permusuhan, atau hal-hal yang kesemuannya itu bisa berakibat buruk.
Kata Politik bermakna positif
Yaitu Politik yang menjann\jikan bagi kehidupan manusia,dan politk bermakna posif dibagi menjadi dua yaitu :
a. Politik dalam Arti Kepentingan Umum.
Artinya Urusan politik senantiasa berhubungan dengan kepentingan umum yaitu negara dan pemerintahan.
b. Politik sebagai kebijakan (Policy)
Dikemukakan oleh Carl J. Friedrich, Politik sebagai kebijakan (Policy) adalah sebagai tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok, atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu dalam mencari peluang untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.
PARTISIPASI POLITIK INDONESIA
Partisipasi Politik adalah suatu kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pimpinan negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Kegiatan - kegiatan yang dilakukan dalam partisipasi politik meliputi : pemberian suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota partai politik atau kelompok kepentingan, mengikuti demonstrasi baik yang menentang maupun mendukung kebijakan pemerintah.
KONSEP BUDAYA POLITIK INDONESIA
Budaya politik dalam konsep politik Indonesia adalah serangkaian nilai-nilai tertemtu yang menjadi dasar bagi masyarakat Indonesia dalam menyelenggarakan dan berkegiatan dengan lingkup kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai tersebut digolongkan menjadi dua yaitu:
Nilai Dasar.
Prinsip-prinsip nasional negara dan bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Nilai Operasional.
Acuan dan Pedoman bagi masyarakat dan bangsa Indonesia dalam pelaksanaan dan pengelolaan kehidupan politik nasional, yang secara subtantif telah digariskan dalam UUD 1945.
TIPE - TIPE BUDAYA POLITIK DI INDONESIA
Gabriel Al Almond dan Sidney Verba mengklasifikasikan tipe – tipe budaya politik berdasarkan orientasi warga negara terhadap politik dan pemerintahan negaranya,yang meliputi sistem objek umum, objek input, objek output dan pribadi sebagai prinsipan aktif.
Almond mengklasifikasikan budaya politik menjadi tiga kelompok:
1. Budaya Politik Parokial
Ditandai oleh adanya orang-orang yang sama sekali tidak menyadari atau mengabaikan adanya pemerintahan dan politik, biasanya ada pada masyarakat pra-industri
2. Budaya Politik Subjek
Ditandai oleh ciri-ciri orientasi warga negara yang secara pasif patuh pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, tetapi tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilu, biasanya ada pada masyarakat dengan sistem otoriter.
3. Budaya Politik Partisipan
Ditandai oleh adanya orientasiwarga negara yang melibatkan diri dalam kegiatan politik sangat tinggi, seperti dalam pemungutan suara. Biasanya karakteristik yang seperti ini ada pada masyarakat demokrasi industrial.
SOSIALISASI POLITIK DI INDONESIA
Sosialisasi politik adalah bagian dari proses sosialisasi yang khusus membentuk nilai-nilai politik, sikap dan tingkah laku polik yang menunjukkan bagaimana seharusnya masing-masing anggota masyarakat berpartisipasi dalam sistem politik.
Proses sosialisasi politik yang terjadi pada setiap negara berbagai sarana yang tersedia di sekitar warga negara. Beberapa sarana sosialisasi poliyik warga negara antaralain: keluarga,sekolah, kelompok bermain dan bergaul, dan lain-lain.
1.PERILAKU POLITIK DI INDONESIA
Perilaku Politik adalah kegiatan yangt berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik, yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Semua perilaku politik tergantung pada budaya politik warga negara yang bersangkutan.
Menurut Triandis unsur-unsur yang terkandung dalam perilaku politik adalah:
a. Unsur kognitif yang berisi gagasan untuk digunakan berpikir.
b. Unsur efektif yang berisi emosi atau perasaan yang memperkuat gagasan
c. Unsur perilaku yang mengandung kecenderungan untuk bertindak
Perilaku politik seseorang individu, menurut Ramlan Surbakti dipengaruhi oleh :
a. Lingkungan sosial politik tak langsung, seperti sistem politik, sistem ekonomi, media dan masa.
b. Lingkungan sosial politik langsung, yaitu yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian individu,seperti keluarga , agama, dan lain-lain.
c. Kepribadian yang tercermin dalam sikap individu.
d. Situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, seperti cuaca, keadaan keluarga, dan lain-lain.
2.JENIS – JENIS PERILAKU POLITIK DI INDONESIA
Perilaku politik seseorang bersifat individual, tetapi perwujudannya secara umum cenderung berbentuk kelompok. Adapun jenis-jenis perilaku politik sebagai berikut :
a. Radikal
Perilaku politik dikategorikan radikal apabila perilaku politik yang diwujudkan selalumenginginkan adanya perubahan yang sifatnya mendasar, sampai pada hal yang prinsipil.
b. Liberal
Perilaku politik liberal merupakan wujud perilaku politik yang bersifat bebas, sesuai dengan akal sehat, serta hukum yang berlaku saat itu.
c. Moderat
Perilaku politik moderat merupakan wujud perilaku politik yang bersifat selalu menghindarkan diri dari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem, cenderung ke arah dimensi atau jalan tengah, dan mau mempertimbangkan pandangan orang lain.
d. Status Quo
Perilaku politik yang dikategorikan status quo adalah apabila politik yang diwujudkan individu bersifat untuk tidak terjadi perubahan dalam kehidupan politik di negaranya.
e. Reaksioner
Perilaku politik reaksioner apabila perilaku politik yang diwujudkan bersifat menentang kemajuan atau pembaharuan, berlawanan dengan kebijakan pemerintah yang sah
f. Konservatif
Perilaku politik dapat dikategorikan konservatif apabila perilaku politik yang diwujudkan berusaha melestarikan apa yang ada, agar terpelihara status quo dengan sedikit sekali perubahan di hari depan.
KONSEKUENSI DARI SIKAP POLITIK
Kosekuensi yang ditimbulkan dari sikap politik tersebut, bisa bermakna positif atau negatif, baik bagi individu maupun kelompok masyarakat. Bentuk-bentuk konsekuensi dari perilaku politik seseorang pada dasarnya hanya ada dua, yaitu memperoleh kesejahteraan dan hukum, beberapa faktor lain yang mempengaruhi perilaku politik, diantaranya perubahan kebijakan pemerintah, kekacauan, kemacetan, pergantian pemerintah atau pimpinan pemerintahan, dan lain-lain. Kita bebas menentukan sikap politik kita, tetapi mewujudkannya dalam bentuk perilaku harus dilakukan dengan kesadaran tinggi didasarkan kepada pemikiran yang rasional dan objektif.
BUDAYA POLITIK.
Setiap warga negara yang terlibat dalam masyarakat politik akan sukarela menjadi anggota partai politik yang dipilihnya, menggunakan hak pilih dalam pemilu maupun berperan aktif dalam aktivitas politik.
1.Aktivitas Partai Politik
Aktivitas partai politik merupakan kegiatan politik dalam menyampaikan gagasan, menentukan kebijakan-kebijakan umum, penentuan wakil-wakil partai untuk legeslatif atau berupaya agar cita-cita partai terwujud. Partai politik adalah wadah menyalurkan aspirasi melalui sistem politik yang telah disepakati bersama.
2.Perekrutan Anggota Partai Politik
Dalam melakukan perekrutan anggota, pengurus partai politik melakukan kontak pribadi, pendekatan kader, menyampaikan visi dan misi partai, bahkan pelatihan-pelatihan dasar atau singkat serta menanamkan solidaritas dan tanggung jawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar